Bos Jerman Puji Semangat Tak Kenal Menyerah Timnya

Interbola - Pelatih Jerman, Joachim Low memuji semangat pantang menyerah yang ditunjukkan timnya kala menumbangkan Swedia dengan skor 2-1 di Sochi dini hari tadi.

Jerman sempat dibayangi kegagalan lolos ke fase 16 besar usai mereka tertinggal 0-1 hingga turun minum setelah Swedia mencetak gol lewat Ola Toivonen.

Namun Jerman tak menyerah. Setelah menyamakan skor berkat gol Marco Reus, sang jawara bertahan akhirnya berbalik menang lewat gol free kick Toni Kroos di detik-detik terakhir pertandingan.

Tak Panik

"Sesuatu yang saya apresiasi hari ini adalah kami tak kehilangan keberanian kami, kami tak panik setelah tertinggal satu gol," ujar Low seperti dikutip Sportsmole.

"Kami tetap menatap tegak dan berkata kami harus melakukan umpan-umpan cepat dan membuat Swedia kekelahan untuk membuka ruang," lanjutnya.

"Kami tak mencetak gol dari beberapa peluang bagus tapi kami tak kehilangan harapan bisa memenangi laga dan saya pikir gol yang kami cetak di injury time berbau sedikit keberuntungan tapi itu menunjukkan kepercayaan diri yang kami punya," tandasnya.

Masih Bernafas

Kemenangan ini membuat Jerman masih tetap bernafas di Piala Dunia 2018 meski sempat kalah lawan Meksiko di partai pertama.

Di laga selanjutnya, pasukan Low bakal menghadapi Korea Selatan yang sudah dipastikan tersingkir usai menelan dua kekalahan. Partai Korea Selatan versus Jerman bakal dihelat di Kazan Arena pada Rabu (27/6).

Piala Dunia 2018: Swiss Bungkam Serbia, Persaingan Grup E Memanas

Interbola - Persaingan Grup E Piala Dunia 2018 semakin ketat setelah Swiss mengalahkan Serbia dengan skor 2-1 di Stadion Kaliningrad, Kaliningrad, Sabtu (23/6/2018) dini hari WIB. Dengan hasil ini, tiga tim masih punya peluang lolos ke babak 16 besar. 

Tambahan tiga poin membuat Swiss kini menempati posisi kedua dengan empat poin, sama dengan Brasil yang memuncaki klasemen Grup E. Sementara Serbia menempati posisi ketiga dengan tiga poin

Laga terakhir yang berlangsung 27 Juni 2018 bakal jadi penentu. Serbia wajib menang atas Brasil, sementara Swiss hanya butuh hasil imbang lawan Kosta Rika. 

Serbia langsung mengambil inisiatif untuk menekan. Hasilnya, mereka membuka keunggulan lewat gol sundulan Aleksandar Mitrovic pada menit ke-5. Pemain Newcastle United itu sukses memanfaatkan umpan dari Dusan Tadic.

Lima menit berselang, Swiss nyaris menyamakan kedudukan. Sayang, bola hasil sepakan kaki kiri Blerim Dzemaili masih melenceng dari sasaran.

Unggul satu gol tak membuat Serbia cepat puas. Mereka terus menekan pertahanan Swiss. Dusko Tosic dan Sergej Milinkovic-Savic sempat mengancam gawang Swiss yang dikawal Yann Sommer. Namun, hasilnya nihil.

Pada menit ke-30, Swiss memiliki peluang emas untuk mencetak gol lewat sontekan Dzemaili. Namun, kesempatan itu kembali gagal berbuah gol. Kiper Serbia, Vladimir Stojkovic sigap mengamankan gawangnya.

Beberapa peluang tercipta sebelum babak pertama laga kedua Grup E Piala Dunia 2018 ini berakhir. Namun, skor 1-0 untuk Serbia tetap tak berubah setelah wasit meniupkan peluit tanda jeda istirahat.

Shaqiri Jadi Penentu

Pada babak kedua, giliran Swiss yang inisiatif menekan sejak awal. Beberapa kali pasukan Vladimir Petrovic melayangkan ancaman. Hasilnya, gawang Serbia bobol pada menit ke-52.

Granit Xhaka mencatatkan namanya di papan skor setelah mencetak gol indah. Dengan tenang, pemain Arsenal itu mencetak gol dengan kaki kirinya dari luar kotak penalti.

Gol Xhaka melecut pemain Serbia. Aleksandar Kolarov dkk kian intens melancarkan serangan. Namun, Swiss bukan tanpa peluang meski belum mampu mencetak gol tambahan.

Pada menit ke-82, pemain pengganti Swiss, Breel Emboolo, nyaris mencetak gol kedua timnya. Tembakannya tepat ke sasaran, tapi masih belum bisa memperdaya kiper Serbia.

Upaya Swiss akhirnya membuahkan hasil jelang pertandingan berakhir, tepatnya pada menit ke-90. Berawal dari serangan balik, Shaqiri yang lolos dari kawalan melakukan penetrasi ke dalam kotak penalti Serbia.

Dengan tenang, pemain Stoke City itu mencetak gol dengan kaki kirinya. Gol Shaqiri menjadi menjadi penutup pertandingan ini

Susunan Pemain

 

Serbia (4-2-3-1): 1-Vladimir Stojkovic; 6-Branislav Ivanovic, 3-Dusko Tosic, 15-Nikola Milenkovic, 11-Aleksandar Kolarov; 21-Nemanja Matic, 4-Luka Milivojevic (18-Nemanja Radonjic 81); 10-Dusan Tadic, 20-Sergej Milinkovic-Savic, 17-Filip Kostic (22-Adem Ljajic 65); 9-Aleksandar Mitrovic

Swiss: (4-2-3-1): 1-Yann Sommer; 2-Stephan Lichtsteiner, 5-Manuel Akanji, 22-Fabian Schar, 13-Ricardo Rodríguez; 10-Granit Xhaka, 11-Valon Behrami; 23-Xherdan Shaqiri, 15-Blerim Dzemaili (7-Breel Embolo 73), 14-Steven Zuber (19-Josip Drmic94); 9-Haris Seferovic (18-Mario Gavranovic 46)

Mourinho: Ronaldo Adalah Pemain Spesial

Interbola - Sebuah pujian dilayangkan Jose Mourinho kepada Cristiano Ronaldo. Pelatih Manchester United menilai Kapten Portugal itu merupakan pemain yang spesial.

Ronaldo merupakan pemain kunci Timnas Portugal di Piala Dunia 2018. Ia diharapkan mampu membawa Seleccao menjadi juara di turnamen akbar ini setelah ia membuat Timnas Portugal meraih juara Euro 2016 yang lalu.

Pada laga pembuka Timnas Portugal melawan Spanyol dini hari tadi, Ronaldo kembali menampakan sinarnya. Ia sukses membawa Portugal mengimbangi Spanyol dengan skor 3-3 berkat hattrick yang ia buat ke gawang David De Gea.

Mourinho sendiri tidak sungkan memuji Ronaldo sebagai pemain yang spesial. "Apa yang dia lakukan benar-benar luar biasa," ujar Mourinho kepada RT Sports.
 
Mourinho menyebut Ronaldo memang ditakdirkan sebagai pemain spesial yang bisa membuat perbedaan di saat-saat krusial.

"Ada pemain yang bermain di beberapa pertandingan. Ada pemain yang bermain di setiap pertandingan, dan ada pemain yang membuat perbedaan di pertandingan yang spesial."

"Dan pemain yang membuat perbedaan di pertandingan yang spesial adalah dirinya [Ronaldo]." tandas pelatih asal Portugal tersebut.
 
Jose Mourinho sendiri dikabarkan berada di Sochi tadi malam. Ia disebut menonton langsung pertandingan antara Spanyol dan Timnas Portugal tersebut.

Mourinho sendiri kabarnya datang ke Rusia membawa misi khusus. Ia mengamati sejumlah pemain yang ia incar secara langsung, termasuk Ronaldo.
Ronaldo sendiri disebut menjadi target transfer setan merah. Ia dikabarkan siap kembali ke Old Trafford setelah ia mengindikasikan bahwa sudah selesai di Real Madrid sesuai final Liga Champions 2018 kemarin.
 
Ronaldo sendiri memecahkan sejumlah rekor usai membobol gawang Spanyol tadi malam. Salah satunya adalah ia menjadi pemain pertama yang selalu mencetak gol di 8 turnamen internasional, semenjak Euro 2004 yang lalu.

Permainan Argentina Aneh dan Memalukan

Interbola - Berangkat menuju Piala Dunia 2018 Rusia dengan status sebagai salah satu tim favorit, Argentina justru kesulitan di fase grup. Bertanding melawan Kroasia di laga kedua mereka di Grup D, La Albiceleste dipaksa menyerah tiga gol tanpa balas.

Sebelumnya Argentina hanya bisa bermain imbang dengan Islandia, yang berarti sejauh ini mereka hanya mampu mengoleksi satu poin. Nasib Argentina pun bergantung pada tim lain dan pembuktian mereka di laga terakhir kontra Nigeria nanti.

Mantan pemain Argentina, Pablo Zabaleta pun tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Dia menilai penampilan Argentina di laga melawan Kroasia jauh lebih buruh dari sebelumnya, hal yang jarang terjadi pada tim asuhan Jorge Sampaoli tersebut.

"Saya tidak pernah melihat penampilan seperti ini oleh Argentina. Sebelumnya tidak pernah. Terlihat rendahnya semangat mereka dan ini sangat aneh dilihat," ungkap Zabaleta di fourfourtwo.

Dikatakannya, saat ini rakyat Argentina pasti sangat marah pada Sampaoli dan skuatnya. Sebab publik Argentina sangat mendambakan gelar Piala Dunia.

"Rakyat di Argentina akan sangat marah sekarang. Anda mengharapkan hal lebih dari pemain-pemain itu. Rakyat sangat mendambakan Piala Dunia ini, dan mereka tidak akan menerima (kegagalan) ini."

Senada dengan Zabaleta, legenda Argentina lainnya, Mario Kempes juga tak habis pikir dengan penampilan skuat Argentina di laga tersebut. Bahkan dia menilai para pemain seharusnya malu pada dirinya sendiri.

"Performa ini sangat memalukan dan ucapan selamat tinggal semakin dekat seiring setiap pertandingan."

"Ketika semua berharap skuat bereaksi di pertandingan kedua, justru yang mengejutkan penampilan mereka jauh lebih buruk dari laga pertama," tandasnya.

 

Kelas! Fans Jepang Banjir Pujian Karena Aksi Bersihkan Sampah Seusai Laga

Interbola - Fans timnas Jepang jelas memiliki banyak alasan untuk merayakan kemenangan mereka 2-1 atas Kolombia di laga pertama Grup H Piala Dunia 2018 Rusia. Kemenangan tersebut mengejutkan banyak pihak dan Jepang sukses mencatatkan sejarah.

Negeri sakura itu menjadi tim Asia pertama yang mampu meraih kemenangan dari tim Amerika Selatan di ajang Piala Dunia. Tetapi ternyata Jepang tidak hanya menang dalam hal sepak bola.

Betapa tidak, hampir seluruh fans samurai biru tidak langsung meninggalkan stadion setelah laga usai. Lupakan soal selebrasi berlebihan, fans jepang justru bersatu dan memunguti sampah yang berserakan.

Beberapa rekaman video yang beredar memperlihatkan fans jepang membawa kantong sendiri dan memunguti sampah. Tidak hanya di wilayah mereka, tetapi juga di wilayah fans Kolombia.

"Ini bukan hanya soal kultur sepak bola tetapi ini bagian kultur masyarakat Jepang," ujar jurnalis Scott McIntyre kepada BBC.

"Anda sering mendengar orang berkata sepak bola adalah refleksi kultur. Aspek penting di masyarakat Jepang adalah memastikan segalanya bersih dan itu berlaku di semua acara olah raga dan tentunya juga di sepak bola."

Tak perlu waktu lama, aksi fans Jepang itu mengundang banyak tanya dari fans-fans lain. Mereka tentu terkejut dengan kebiasaan fans Jepang tersebut, yang melakukannya dengan senyuman.

"Membersihkan (stadion) setelah pertandingan sepak bola adalah lanjutan dari perilaku dasar yang diajarkan di sekolah, saat para murid membersihkan ruang kelas mereka dan lorong sekolah," lanjut dia.

"Dengan terus diingatkan saat masa kecil, perilaku ini kemudian menjadi kebiasaan bagi hampir seluruh warga Jepang."

Lebih lanjut, aksi fans Jepang itu tentu langsung mendapat pujian dari banyak pihak. Mereka dinilai sudah mengambil langkah tepat dan memberi contoh pada seluruh dunia soal merawat planet, dan sepak bola adalah wadah yang sangat tepat untuk itu.

"Adakah tempat yang lebih baik untuk membuat pernyataan soal kebutuhan untuk bertanggung jawab pada planet daripada Piala Dunia," tanya dia.

"Saya rasa Piala Dunia indah karena menyatukan banyak negara dan banyak orang bersama dan mereka bisa belajar dan bertukar hal seperti ini (kebudayaan). Itulah keindahan sepak bola.

Facebook Page