Kaka Menyesal Pernah Gabung Madrid

www.interbola.org - Mantan pesepak bola terbaik di dunia, Ricardo Kaka ternyata mengakui bahwa masa-masanya di Real Madrid tidak berjalan dengan baik. Dia bahkan membandingkan masa kelam tersebut dengan momen terbaiknya saat membela AC Milan.

Dikatakannya, kesulitan Kaka di Madrid dimulai dari ketidakmampuannya untuk mereplika permainannya di AC Milan. Kaka juga sempat berurusan dengan cedera dalam waktu yang cukup lama kala itu.

Selain itu, Kaka juga menuding sosok Jose Mourinho sebagai salah satu penyebab keterpurukannya. Pesepak bola yang baru memutuskan pensiun ini menilai Mourinho tidak cukup memercayainya dan tidak mau memberinya kesempatan bermain.

"Pada tahun 2009 saya menerima tawaran dari Real Madrid, tetapi setelah kepindahan itu saya benar-benar hancur. Plus Jose Mouriho adalah pelatih yang sulit bagi saya untuk bekerja sama. Ketika saya pikir dia akan memberikan saya kesempatan, hal itu tak pernah terjadi," ucap Kaka dikutip dari tribalfootball.

"Saya tidak mendapat kesempatan untuk membuktikan performa saya kepada dia. Saya berlatih keras, berjuang dan banyak berdoa, tetapi tanpa keyakinan pelatih pada diri saya, lalu saya menyadari bahwa saya tidak bisa bekerja bersama dia."

Kendati demikian, Kaka mengaku sama sekali tidak menaruh dendam pada Mourinho. Dia pun sangat bahagia setelah memutuskan untuk hengkang dari Real Madrid dan kembali ke Milan.

"Saya sangat bahagia setelah meninggalkan Real Madrid dan kembali ke Milan, khususnya setelah Mourinho berkata bahwa saya adalah salah satu pesepak bola paling profesional yang pernah bekerja bersamanya," pungkasnya.

Bayern vs Madrid, Wasit Kembali Jadi Sorotan

www.interbola.org - Isu Real Madrid dan wasit yang menguar beberapa waktu terakhir ini sepertinya tak akan kunjung reda. Pada leg kedua perempat final Liga Champions Real Madrid kontra Juventus (1-3) beberapa waktu lalu, wasit Michael Oliver yang memimpin laga dinilai telah membuat keputusan kontroversial saat menghadiahkan penalti pada Madrid di menit akhir.

Wasit pun akan kembali menjadi topik hangat saat Madrid melawat ke kandang Bayern Munchen pekan depan untuk melakoni laga semifinal. Namun Zinedine Zidane menilai hal tersebut hanya dilebih-lebihkan.

Zidane pun mengaku bahwa dia sudah tidak mau lagi berkomentar lebih banyak soal hal tersebut. Menurutnya isu itu seperti lingkaran setan yang tiada akhir.

"Kita sudah membicarakan hal itu, yang mereka ucapkan terlalu dilebih-lebihkan tetapi saya di sini tidak akan berkomentar lagi soal hal tersebut," tegas Zidane dinukil dari situs realmadrid.

"Apa yang perlu kami pikirkan sekarang adalah pertandingan besok (vs Bilbao) dan bersiap untuk pertandingan lain seminggu lagi."

Lebih lanjut, sosok yang juga pernah menjadi jendral lapangan tengah Madrid ini mengatakan tugasnya adalah untuk melatih tim. Dia tidak mau mencampurkan tugas wasit dan tugas tim yang bermain.

"Kami akan melakukan pekerjaan kami dan tugas perwasitan adalah milik wasit. Saya tidak akan berkomentar soal apapun karena kita terus berputar-putar dan saya yakin semua pihak akan mengerjakan tugasnya masing-masing," pungkas dia.

Solskjaer: Tidak Ada Pencetak Gol yang Lebih Hebat Daripada Saya

www.interbola.org - Legenda Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, mengingat kembali masa-masanya saat masih berkostum setan merah. Dia pun mengklaim bahwa tidak ada pencetak gol oportunis sehebat dia pada masanya.

Berbicara pada laman resmi Manchester United, Solskjaer memuji rekan-rekan setimnya saat itu, yang membantunya meraih banyak prestasi.

Pemain berdarah Norwegia ini memang sangat populer sampai saat ini, khususnya saat dia mencetak tiga gol melawan Bayern Munchen di tahun 1999. Yang paling menarik dari Solskjaer, adalah insting predatornya di kotak penalti lawan. Sedikit saja diberi ruang, maka Solskjaer akan mudah mencetak gol.

"Meskipun saya orang yang rendah hati, saya kira tidak ada pencetak gol yang lebih hebat daripada saya. Semakin hebat para pemain di sekitar saya, maka semakin hebat pula saya," ungkap Solskjaer.

"Saya adalah pencuri gol, mencium peluang-peluan emas mencetak gol, dan saya semakin hebat saat mengenal Giggsy (Ryan Giggs), Becks (David Beckham), dan Eric Cantona, dan semua pemain hebat yang pernah bermain bersama saya. Mereka menciptakan peluang untuk saya."

Sesederhana itulah mencetak gol menurut Solskjaer, yakni mengonversi setiap peluang yang dibuat pemain lain untuknya.

"Jadi yang perlu saya lakukan hanyalah fokus dan berkonsentrasi untuk tidak menyia-nyiakan peluang itu dan mencetak gol begitu saya mendapat kesempatan. Hal itu akan membuat pelatih selalu mempertimbangkan anda untuk bermain," tutup dia.

Cegah Rashford Hattrick, Ini Alasan Mourinho

www.interbola.org - Pelatih Manchester United, Jose Mourinho menjelaskan alasannya menarik keluar Marcus Rashford di babak kedua. Mourinho menyebut ia tidak ingin ambil resiko sang pemain diusir keluar setelah timnya mendapat tekanan.

Pemuda 20 tahun itu menjadi sorotan utama di pertandingan Manchester United dan Liverpool tadi malam. Ia sukses membuat publik Old Trafford bergelora setelah ia mencetak dua gol ke gawang Liverpool.

Rashford yang tampil impresif itu gagal mencetak hattrick di Old Trafford. Pada menit 70, Jose Mourinho memutuskan untuk menarik keluar dirinya dan digantikan dengan Marouane Fellaini.

Mourinho menyebut alasan penarikan Rashford itu ia karena ia takut sang pemain mendapat kartu kuning kedua setelah sudah mendapatkan satu kartu kuning di babak pertama. "Saya mendengar bahwa Gary Neville berharap Marcus Rashford mendapatkan kartu merah dan saya takut mungkin wasit mendengarkan itu di paruh babak," ujar Mourinho sambil berkelakar di halaman resmi United.

"Di babak kedua kami harus bermain lebih defensif, karena Liverpool mulai menkan situasi dengan banyak memasukan pemain ke posisi tengah."

"Kondisi itu membuat Ashley Young harus masuk agak ke tengah sementara Marcus Rashford harus membendung Alexander Arnold di sektor sayap sambil membawa kartu kuning dan tekanan. Saya akhirnya membuat keputusan untuk menggantinya dengan pemain yang bisa melakukan pelanggaran kepada Alexander-Arnold." tandasnya. 

Hasil Pertandingan Tottenham vs Juventus: Skor 1-2

 

www.interbola.org - Pertandingan leg kedua babak 16 besar Liga Champions mempertemukan Tottenham Hotspur melawan Juventus. Pertandingan ini dilangsungkan di Wembley Stadium pada hari Kamis (09/03).

Juventus yang bermain pasif sempat tertinggal lebih dulu melalui gol Heung-Min Son. Tapi pergantian taktis brilian yang dilakukan oleh Massimiliano Allegri pada babak kedua sukses membuat Juve membalik kedudukandengan dua gol yang dicetak oleh Gonzalo Higuain dan Paulo Dybala.

Pertandingan diawali dengan cukup aneh. Juventus yang tertinggal dalam hal gol away justru bermain lebih pasif. Tottenham yang sebenarnya bisa lolos dengan hasil imbang 0-0 atau 1-1 justru bermain lebih menyerang.

Son dan Kane sempat membuat Buffon pontang-panting mengamankan gawangnya pada 15 menit awal. Sementara itu, Juve hanya beberapa kali saja berusaha menyerang dan selalu bisa dengan mudah digagalkan oleh para penggawa Tottenham.

Juve seperti tak mampu lepas dari tekanan tinggi yang ditunjukkan oleh Tottenham dalam pertandingan ini. Juve sempat mengajukan protes keras saat Douglas Costa dijatuhkan oleh Jan Vertonghen di kotak terlarang. Tapi wasit mengacuhkan protes itu dan hanya memberikan tendangan gawang untuk Spurs.

Tuan rumah akhirnya bisa unggul lebih dulu melalui Heung-Min Son pada menit ke-36. Para pemain bertahan Juve, termasuk kiper Buffon, sudah mati langkah saat Son mendapatkan bola. Son dengan tenang menempatkan bola ke tiang jauh, lepas dari hadangan Chiellini dan Buffon. Babak pertama pun ditutup dengan skor 1-0 untuk Spurs yang juga unggul agregat 3-2.

Pada babak kedua, situasi tak berubah. Tottenham tetap menguasai jalannya pertandingan dan Juve hampir tak mampu mengalirkan bola ke area berbahaya Spurs. Melihat situasi itu, Massimiliano Allegri pun melakukan dua pergantian pemain secara berurutan pada saat laga berjalan satu jam.

Kwadwo Asamoah masuk menggantikan Blaise Matuidi sementara Stephan Lichtsteiner masuk menggantikan Mehdi Benatia. Pergantian ini terbukti ampuh untuk membalik situasi. Hanya dalam tujuh menit setelah pergantian itu, Juve bisa mencetak dua gol untuk membalik kedudukan.

Gol pertama Juve dalam pertandingan ini dicetak oleh Gonzalo Higuain. SUndulan Khedira ke depan gawang diselesaikan dengan baik oleh Higuain ke tiang jauh untuk membuat skor imbang 1-1. Juventus masih tertinggal dalam hal gol away.

Tapi tiga menit kemudian, Juve sukses membalik kedudukan melalui Paulo Dybala. Gonzalo Higuain melihat posisi Dybala yang berada di garis pertahanan Spurs. Lolos dari jebakan offside, Dybala dengan tenang menyelesaikan tugasnya dengan tembakan yang melewati Lloris. Skor berubah menjadi 1-2, dengan agregat 3-4.

Spurs terus menyerang dan Harry Kane yang sebenarnya offside sempat melepas tembakan, tapi bola berhasil diselamatkan oleh Barzagli di garis gawang. Skor 1-2 bertahan sampai pertandingan usai. Dengan hasil ini, Juventus berhak lolos ke perempat final Liga Champions.

Susunan pemain Tottenham Hotspur: Lloris; Trippier, Sanchez, Vertonghen, Davies; Dier, Dembele; Eriksen, Dele, Son; Kane.

Susunan pemain Juventus: Buffon; Barzagli, Benatia, Chiellini, Alex Sandro; Khedira, Pjanic, Matuidi; Dybala, Higuain, Douglas 

Facebook Page